BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala BPBPK Provinsi Kalteng, Erlin Hardi mengatakan, 13 Kecamatan di Kabupaten Katingan berstatus tanggap darurat banjir.
Ke 13 kecamatan ini terdiri dari Kecamatan Katingan Hulu, Petak Malai, Marikit, Sanaman Mantikei, Katingan Tengah, Pulau Malan, Tewang Sengalang Garing, Katingan Hilir, Tasik Payawan, Katingan Kuala, Kamipang dan Mendawai.
"Kabupaten Katingan berstatus tanggap darurat banjir dari 24 Agustus sampai dengan 23 September 2021," katanya, Jumat 3 September 2021.
Kondisi perkembangan banjir di Desa Samba Danum, Kecamatan Katingan Tengah terjadi kenaikan air kurang lebih 40 cm di sekitar pelabuhan, dan di Desa Tumbang Kajamei, Kecamatan Bukit Raya terjadi kenaikan debit air sekitar 2 meter.
"Kenaikan debit air di beberapa Desa seperti di Desa Samba Bakumpai Kecamatan Katingan Tengah, Desa Parupuk Kecamatan Kamipang, Desa Tumbang Hiran Kecamatan Marikit, Desa Tumbang Kajamei Kecamatan Bukit Raya, Desa Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu," ucapnya.
--page
Sementara itu jumlah kepala keluarga yang terdampak 13.013 atau 16.130 jiwa. Penyebab banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas yang tinggi di wilayah hulu Sungai Katingan.
Erlin mengatakan kecamatan yang terdampak banjir paling parah terjadi di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Sengalang Garing, Kecamatan Katingan Hilir dan Kecamatan Tasik Payawan. (NOPRI/B-6)









