PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabar baik disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dengan terus menurunnya jumlah kasus aktif Covid-19 di Kobar, Sabtu, 4 September 2021.

Berdasarkan data sebaran pasien Covid-19 di Kobar, kasus aktif di Kobar saat ini sebanyak 85 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isoloasi mandiri.

Informasi tersebut, disampaikan satuan tugas penanganan Covid-19 yang diakses tim Borneonews bersumber dari website resmi :
http://covid19.kotawaringinbaratkab.go.id/. Serta website resmi satgas Covid-19 Kalteng : https://corona.kalteng.go.id/ .

Diketahui, bahwa sebelumnya, pada Sabtu, 28 Agustus 2021, kasus aktif Covid-19 di Kobar tercatat sebanyak 131 orang. Kemudian, terus alami penurunan hingga saat ini kasus aktif diangka 85 orang.

Menurunnya jumlah pasien aktif tersebut, dibarengi dengan turunya kasus baru Covid-19 dan semakin meningkatnya pasien sembuh dari Covid-19. Seperti hari ini, hanya ada 7 tambahan kasus baru dan sebanyak 9 pasien Covid-19 sembuh.

--page

"Hari ini ada penambahan pasien Covid-19 sembuh sebanyak 9 orang, sehingga jumlah pasien sembuh tercatat sebanyak 5.843 orang," kata ketua Satgas Covid-19 Kobar Hj Nurhidayah, dalam rilisnya.

Dalam data yang sama, disampaikan ada penambahan kasus baru 7 orang, sehingga jumlah kasus Covid-19 di Kobar sebanyak 6.129 kasus, sejak diumumkannya ada pasien terkonfirmasi Covid-19 pada 3 April 2020.

"Hari ini tidak ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Kobar tercatat masih 201 orang," isi rilisnya.
Dalam setiap kesempatan Bupati Kobar Hj Nurhidayah juga selalu mengajak masyarakat untuk tetap disiplin Protokol Kesehatan, diantaranya menerapkan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu juga diingatkan, masyarakat untuk tidak takut vaksin.

"Kasus Covid-19 memang turun, namun tetap protokol kesehatan jangan sampai kendor. Sebab, pandemi Covid-19 belum usai," pungkasnya. (DANANG/B-5)