BORNEONEWS, Kasongan - Bencana banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Katingan kian parah.
Banjir di Kabupaten Katingan terjadi sejak 19 Agustus 2021 lalu, namun sekitar sepekan setelahnya terutama di hulu atau Utara Kabupaten Katingan seperti Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei dan Kecamatan Katingan Tengah banjir sempat menyurut.
Namun bagian tengah dan hilir Katingan gantian diterjang banjir dari luapan Sungai Katingan dan Sungai Samba.
Namun saat warga bagian hulu mulai membersihkan rumah dari bekas banjir, tiba-tiba banjir susulan sejak dua hari lalu melanda wilayah itu dengan kondisi banjir lebih lebih dibanding sebelumnya.
Informasi yang dihimpun borneonews.co.id, Sabtu, 4 September 2021 bahwa banjir di bagian hulu Katingan hari ini berangsur surut, namun di Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah banjir masih bertahan.
--page
Di Katingan Tengah ini kondisi banjirnya lebih parah dibanding empat kecamatan lain di bagian hulu seperti Bukit Raya, Katingan Hulu, Marikit dan Kecamatan Sanaman Mantikei.
Rata-rata rumah terendam banjir di Tumbang Samba ini hingga dua meter lebih, bahkan ada rumah yang banjirnya hampir menyebtuklh bagian atap rumah.
Camat Marikit, Siuntas membenarkan bahwa kondisi banjir di wilayahnya hari ini ada penurunan sekitar 30 centimeter dibanding hari kemarin.
Pun demikian menurut keterangan Camat Sanaman Mantikei, Andrei Natanael, hari ini banjir di wilayahnya juga mengalami penurunan rata-rata 20 centimeter.
"Kami hari ini bersama UPTD Puskesmas Tumbang Kaman, Polsek Sanaman Mantikei dan Posramil Sanaman Mantikei serta Pemdes Tumbang Kaman dan relawan melakukanb pembagian 600 nasi bungkus kepada warga masyarakat terdampak banjir di Desa Tumbang Kaman," kata Camat Sananaman Mantikei Andrei Natanael.
--page
Pihaknya juga membagikan 230 nasi bungkus kepada warga masyarakat terdampak banjir di Desa Tumbang Labehu.
Sementara menurut Camat Katingan Tengah, Yobie Sandra, selain ribuan rumah terendam banjir di wilayahnya, sejumlah fasilitas umum juga terdampak banjir, di antaranya Puskesmas Tumbang Samba yang juga kebanjiran. (ABDUL GOFUR/B-5)









