BORNEONEWS, Palangka Raya - Tokoh Agama Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Khairil Anwar mengharapkan pemerintah daerah untuk melakukan jemput bola dalam pendataan anak yatim dan yatim piatu terdampak Covid-19.
"Dengan adanya jemput bola yang dilakukan oleh pemerintah, diharapkan anak yatim/piatu yang ditinggalkan, dapat terjamin pendidikan, kesehatan dan kesejahteraannya," katanya. Minggu, 5 September 2021
Khairil juga mengharapkan, lingkungan sekitar anak yatim dan yatim piatu harus memberikan motivasi kepada mereka yang baru ditinggalkan orangtuanya, karena Covid-19. Jangan sampai mereka dikucilkan.
Anak yatim yang ayahnya meninggal dunia karena Covid-19 atau lainnya, dan ibunya juga terbatas biaya hidup sehari-hari menjadi kewajiban negara untuk memberikan kehidupan yang layak untuk anak yatim tersebut.
"Caranya bisa dititipkan di panti asuhan dan diberi bantuan oleh pemerintah serta masyarakat," tambahnya.
--page
Ia juga mengharapkan masyarakat yang memiliki ekonomi bagus diharapkan, memberikan uluran tangan kepada 'mereka' yang ditinggalkan.
"Keluarga dari anak yatim/piatu saya harap jangan mengabaikan mereka. Berikan mereka kasih sayang dan perhatian. Karena mereka yang baru ditinggalkan biasanya kondisinya sedang rapuh, perlu bimbingan orang yang lebih tua,"pungkasnya. (APRIANDO/B-7)









