SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memiliki angka stunting tinggi.

Hal itu berdampak bagi putra putri daerah ini yang ingin masuk menjadi seorang anggota TNI dan Polri. Sebab, ketinggian badan tidak mencukupi sesuai persyaratan.

"Stunting jadi masalah tersendiri bagi kita, karena tingginya angka stunting juga berdampak terhadap tidak banyaknya putra daerah lulus sebagai anggota TNI-Polri," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Minggu, 5 September 2021.

Dirinya menerangkan, pemerintah pusat juga telah menetapkan Kotim sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting dengan angka cukup tinggi, yakni 48,84%. Bahkan merupakan yang tertinggi di Kalteng.

Bahkan berdasarkan prevelensi sebaran stunting di Kotim hingga Agustus 2021, sebesar 22%. Memang mengalami penurunan dibandingkan pada Desember 2020, yang mencapai 27%.

--page

"Meskipun mengalami penurunan, namun kami akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting ini," kata Halikinnor.

Penanganan pemerintah sendiri saat ini sudah mulai dilaksanakan. Bahkan rembuk stunting juga telah dilakukan. Dengan menyepakati lokus stunting dari 10 desa menjadi 29 desa, di tahun 2021-2022 ini.

"Kami harap seluruh pihak, baik pemerintah daerah, organisasi, hingga perusahaan besar swasta (PBS) juga terlibat dalam penanganan ini. Sehingga bisa berjalan sesuai keinginan kita besama," harap Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)