BORNEONEWS, Sampit - SD Negeri 1 Hanjalipan menjadi salah satu bangunan yang terendam banjir di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi. Kotawaringin Timur. Akibatnya, pembelajaran tatap muka tak bisa dilaksanakan oleh guru dan murid di sekolah itu.
Camat Kota Besi, Ninuk Muji Rahayu, ketinggian air di sekitar sekolah tersebut mencapai 60 sentimeter atau sekitar selutut orang dewasa. Sehingga tidak memungkinkan melaksanakan pembelajaran seperti kondisi normal.
"Ya, sekolah libur karena kondisinya tidak memungkinkan untuk sekolah," kata Ninuk, dikonfirmasi borneonews.co.id, Minggu, 5 September 2021.
Desa Hanjalipan merupakan desa terparah yang mengalami musibah banjir. Air bahkan sudah masuk ke rumah-rumah warga.
"Ini rumah pak kadesnya saja sudah terendam setinggi 1,5 meter lebih," ungkapnya.
--page
Di Kecamatan Kota Besi, ada 5 desa yang saat ini masih direndam banjir. Sudah hampir sepekan ini banjir merendam wilayah itu. Adapun desa yang terendam yakni, Desa Hanjalipan, Desa Palangan, Desa Simpur, Desa Soren, dan Desa Pamalian. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









