BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perikanan Kota Palangka Raya meyakini jika program penyebaran benih ikan atau restoking yang dilakukan tidak akan memberikan dampak negatif saat musim penghujan seperti sekarang.
"Dengan masuknya musim penghujan, Dinas Perikanan justru malah diuntungkan. Target kami ikan-ikan yang ada di UPTD melakukan pemijahan saat musim penghujan seperti sekarang," kata Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya Indriarti Ritadewi, Senin 6 September 2021.
Ia mengatakan, pemijahan tepat dilakukan ketika musim hujan sehingga saat memasuki musim kemarau benih ikan tetap tersedia. Karena saat musim kering, pemijahan ikan kurang begitu bagus.
Indriarti menjelaskan, pemijahan adalah proses perkawinan antara ikan jantan dan ikan betina yang mengeluarkan sel telur dari betina, sel sperma dari jantan dan terjadi di luar tubuh ikan (eksternal).
Dalam budidaya ikan, teknik pemijahan ikan dapat dilakukan dengan tiga macam cara. Pertama pemijahan secara alami, yaitu pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia, terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon).
--page
Kedua, pemijahan secara semi intensif, yaitu pemijahanikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam.
Ketiga, pemijahan ikan secara intensif, yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping atau pengurutan. (HENDRI/B-7)









