SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Mentaya Sampit Firdaus Herman Ranggan menanggapi keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif PDAM. 

Dia mengatakan bahwa hal itu bukanlah kenaikan, namun penyesuaian tarif yang memang sudah seharusnya dilakukan. Melihat kondisi saat ini, terutama terkait ongkos produksi yang mengalami kenaikan harga. 

"Seharusnya penyesuaian tarif ini dilakukan sejak 2018, namun saat itu masih ada solusi. Tetapi, saat ini operasional produksi semakin meningkat, sehingga kami harus menyesuaikan tarif tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan saat ini harga bahan bakar minyak, listrik, dan bahan kimia sudah mengalami kenaikan. Hal itulah yang membuat pihaknya terpaksa menyesuaikan tarif tersebut. "Kalau kami paksakan dengan tarif semula, maka PDAM akan sulit bertahan," katanya. 

Dia mengatakan penyesuaian tarif ini dalam artian tidak semua mengalami kenaikan. Bahkan masyarakat bawah atau kurang mampu tetap mendapatkan subsidi. 

--page

"Jadi sistemnya subsidi silang, yang mampu mengcover yang tidak mampu. Jadi tidak semuanya naik," terangnya. 

Sementara tarif masing-masing kelompok pelanggan sendiri berbeda-beda. Sesuai kategori, sehingga tarif per kelompok semua tidak sama. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)