BORNEONEWS, Kasongan - Pemerintah Kabupaten Katingan menyampaikan rancangan perubahan APBD perubahan tahun 2021, Senin, 6 September 2021.
Rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Marwan Susanto.
Sementara dari Pemkab Katingan dihadiri Wakil Bupati Sunardi Litang mewakili Bupati Sakariyas.
"Pandemi Covid-19 yang dihampir seluruh dunia termasuk Indonesia, sangat berpengaruh terhadap keuangan negara. Sehingga, terjadi penyesuaian kebijakan di bidang pendapatan, belanja maupun pembiayaan pendapatan negara," kata Wakil Bupati Sunardi Litang.
Hal ini, kata Sunardi Litang tentu juga berimbas pada anggaran transfer daerah dan dana desa.
Sehingga, harus pula dilakukan penyesuaian arah penggunaan belanja dan pembiayaan terhadap besaran defisit APBN.
--page
Berdasarkan peraturan, APBD perubahan menurut Sunardi Litang dapat dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran atau KUA.
Selanjutnya, terjadi keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar program, antar kegiatan dan antar jenis belanja.
Kemudian jika terjadi keadaan yang menyebabkan silpa tahun anggaran sebelumnya harus digunakan dalam tahun anggaran berjalan.
Selain itu, terjadi keadaan darurat dan atau keadaan yang luar biasa. Tahun ini, Pemkab Katingan melakukan kebijakan sebagaimana arahan dari pemerintah pusat dalam pengelolaan anggaran terkait dana transfer ke daerah dan dana desa atau TKDD dalam rangka penangan Covid-19.
Disamping penyesuaian dana transfer, menurutnya, Pemkab juga diamanatkan melakukan refocusing anggaran guna menyediakan dukungan pendanaan untuk belanja kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 sebesar 8 persen.
--page
Dari alokasi DAU Kabupaten Katingan, sebesar Rp 50 miliar lebih digunakan dalam rangka dukungan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.
Kemudian, mendukung kelurahan dalam pelaksanaan penanganan pandemi Covid-19, membayar intensif tenaga kesehatan daerah serta belanja kesehatan lainnya.
Diungkapkan jika 2021 ini merupakan tahun yang berat bagi semua bangsa dan negara di dunia.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Termasuk pemberlakuan PPKM, karantina, pemberlakuan jam malam, penundaan dan pembatalan acara berskala besar. Termasuk pula, penutupan sekolah dan fasilitas umum. (ABDUL GOFUR/B-5)









