PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus melakukan inovasi kreatif. Salah satu program yang saat ini sedang gencar dilaksanakan adalah pengembangan kawasan tambak udang vename.

Program ini merupakan pembuatan kawasan budidaya di pesisir pantai dengan komoditas udang jenis vename yang memiliki peluang penjualan tinggi baik untuk lokal maupun ekspor.

Kepala Dislutkan Provinsi Kalteng, Darliansjah mengatakan, berbagai macam terobosan yang telah dilakukan saat ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Program itu merupakan komitmen Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam mendorong dan meningkatkan kesejahteraan serta kesetaraan kepada seluruh lapisan  masyarakat," katanya, Senin 6 September 2021.

Dia menjelaskan, luas lahan eksisting kawasan shrimp estate yang berada pada enam kabupaten ialah seluas 8.314,94 hektare. Luas lahan tersebut, mulai dari Kabupaten Sukamara seluas 832 hektare.

--page

Kabupaten Kotawaringin Barat seluas 966 hektare, Kabupaten Seruyan seluas 1.888 hektare, Kabupaten Kotawaringin Timur seluas 1.285 hektare, Kabupaten Pulang Pisau seluas 2.450 hektare, dan terakhir Kabupaten Kapuas seluas 893,94 hektare.

"Lahan eksisting ini yang sudah ada tambaknya dan berpotensi yang dikembangkan udang vaname. Target tahun 2022 sudah terbangun kawasan tambak sebanyak 5 klaster atau sebanyak 80 sampai 100 petakan tambak," jelasnya. (NOPRI/B-5)