BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasien Covid-19 bergejala berat mengalami penurunan selama PPKM Level 4 di Palangka Raya. Hal itu berdasarkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan dari 8 fasilitas kesehatan rujukan tersedia 710 ranjang perawatan dan 15 ranjang intensif. Hingga 6 September kemarin, hanya 264 ranjang isolasi terpakai dan 11 ranjang insentif yang terpakai.
"Alhamdulilah saat ini BOR Kota Palangka Raya terus turun. Ranjang isolasi sudah di angka 37,18 persen dan ranjang insentif 73,33 persen. Kalau dilihat sepanjang bulan ini BOR terus menurun," katanya, Selasa 7 September 2021.
Penurunan tersebut terlihat dari data yang ada sepanjang bulan Agustus hinga awal September ini. Puncak tertinggi BOR di Kota Palangka Raya pada bulan Agustus ada pada tanggal 2 Agustus 2021. Pasalnya, dari 688 ranjang isolasi tersedia ternyata terisi 537 ranjang atau 78,05 persen.
Namun setelah itu, angka keterisian ranjang perawatan setiap harinya terus menurun sehingga di akhir Agustus hanya terisi 37,18 persen.
--page
Selain BOR yang terus menurun, Fairid mengungkapkan terjadi penurunan kasus aktif serta angka sembuh meningkat mencapai 85,07 persen.
"Kondisi ini menandakan salah satu bukti keberhasilan kepatuhan masyarakat terhadap PPKM. Namun kami masih terus meningkatkan fasilitas kesehatan, tempat tidur, obat-obatan, vitamin, hingga oksigen," pungkasnya. (HENDRI/B-6)









