SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda wilayah Utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini belum surut. Bahkan musibah tersebut sudah terjadi dalam kurun waktu setengah bulan ini. 

"Di Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu ini banjir sudah terjadi sejak 14 hari lalu," ujar Tina, salah satu warga yang berjualan di Pasar Kuala Kuayan, Selasa, 07 September 2021. 

Dia mengungkapkan air sudah menggenangi rumahnya. Bahkan ketinggian mencapai sepinggang orang dewasa. Beruntung, rumah sekaligus toko yang ditinggalinya berlantai 2. Sehingga, tidur dan aktivitas lainnya dilakukan di atas. 

"Kalau di lantai bawah air sudah sepinggang, bahkan di bagian dapur sudah sampai leher," kata Tina. 

Banjir yang terjadi saat ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, karena air menggenang lebih dari 2 pekan. Sedangkan, biasanya paling lama hanya 7 hari. 

--page

"Biasanya hanya sepekan paling lama, banjir sudah surut. Namun saat ini sudah 14 hari, belum ada tanda-tanda banjir akan berakhir," terangnya. 

Dampak banjir sendiri membuat dirinya tidak bisa berjualan, karena tidak memungkinkan dilakukan, ditengah air yang menggenangi toko yang ditempatinya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)