SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda Kualay Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. 

Hal itu karena banyak warga yang sehari-harinya berdagang tidak bisa berjualan. Terutama di sekitar pasar Kuala Kuayan. 

"Sudah 14 hari terakhir kami tidak bisa berjualan, karena banjir masuk ke dalam toko kami hingga pinggang orang dewasa," ujar Rahmi, salah seorang warga yang jadi korban banjir, Selasa, 07 September 2021. 

Rahmi sendiri sehari-hari merupakan penjual pakaian di pasar tersebut. Dirinya bersama pedagang lainnya baik itu warung makan, bahan pokok, dan lainnya terpaksa tidak bisa berjualan. 

Sehingga dalam 14 hari terakhir selama banjir melanda daerah tersebut, ia dan keluarganya tidak ada pemasukan. Hal tersebut menjadi keluhan tersendiri baginya. 

--page

"Saat ini kami hanya berharap dan berdoa agar banjir segara surut, sehingga kami bisa berjualan kembali," katanya. 

Selain Rahmi, Sitah juga mengalami hal yang sama, namun untuk mendapatkan pemasukan setiap harinya, dirinya berjualan gorengan ditengah banjir yang melanda. 

"Daripada tidak ada pemasukan, saya coba jual gorengan, alhamdulilah ada rezekinya, walaupun tidak seberapa," terangnya.

Sementara, pemerintah Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran bersama Bupati Kotim Halikinnor, telah melakukan peninjauan di lokasi banjir daerah dan mereka membagikan sembako untuk korban terdapat. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)