PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir yang melanda di berbagai daerah wilayah di Kalimantan Tengah beberapa hari belakangan ini menjadi perhatian seluruh pihak, tidak terkecuali Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalteng.

Wakil Ketua Bidang Media dan Propaganda, Daniel Olan menilai, musibah banjir itu hendaknya menjadi evaluasi bersama ke depannya. Menurutnya, pemerintah dan instansi terkait harus lebih siap siaga dalam menghadapi bencana banjir yang hampir terjadi di setiap musim penghujan. Dengan begitu, dapat ditanggulangi sedini mungkin. 

"Setiap elemen masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya solidaritas untuk saling bahu membahu dalam membantu rekan-rekan maupun keluarga yang saat ini terdampak bencana banjir," ungkapnya, Rabu, 8 September

Ia juga mengajak semua elemen untuk bergandeng tangan saling bergotong royong membantu keluarga, sahabat maupun rekan yang pada saat ini terdampak bencana banjir. 

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD GMNI Kalteng, Ronaldi Muher menuturkan, musibah banjir ini dapat menjadi pelajaran bersama. Dia juga mengajak untuk dilihat kembali peran pentingnya Rencana  Detail Tata Ruang  (RDTR) dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) serta IMB.

--page

"Hal ini memuat tentang dampak dan akibat dari suatu kegiatan pembangunan di atas lahan atau wilayah yang rentan terjadinya bencana alam, salah satunya berguna dalam mengatasi bencana banjir," ungkapnya.

Ronaldi menambahkan, tidak semerta merta banjir terjadi akibat bencana alam, dampak dari aktifitas manusia yang berlebihan, eksploitasi hutan maupun aktifitas tambang yang tidak berizin berskala besar oleh para oknum dalam meraup keutungan. 

"Kurangnya penyerapan air pun juga menjadi pemicu banjir. Belajar dari permasalahan saat ini, semoga kedepan menjadi perhatian serius sehingga pemerintah beserta masyarakat mampu mengatasi maupun menanggulangi bencana banjir," tutup Ronaldi yang juga menjabat sebagai Gubernur BEM Fisip UPR. (APRIANDO/B-7)