BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP), mendorong pihakuntuk memaksimalkan penyerapan anggaran proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation (SIMURP).
SIMURP merupakan optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan fokus pada kegiatan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim.
Proyek ini bertujuan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan pertanian dalam penyediaan pangan melalui peningkatan produksi dan produktivitas tanaman khususnya Padi.
“Berdasarkan evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh Pusat Penyuluhan Kementan, pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran proyek SIMURP masih dibawah target yang diharapkan," kata Kepala TPHP Kalteng, Sunarti.
Ia menilai pengelolaan SIMURP memerlukan perhatian berbagai pihak baik provinsi maupun kabupaten untuk memacu kegiatan dan penyerapan panggaran.
--page
Sunarti mengatakan, pada pertengahan Juli 2021 lalu, telah dilakukan panen disalah satu lokasi SIMURP yakni Desa Subur Indah, dimana ubinan produktivitasnya mencapai 5,6 ton per hektare.
Menurutnya, hasil tersebut bisa lebih ditingkatkan jika pertanian cerdas iklim (CSA) tersebut bisa benar-benar diterapkan.
“Proyek SIMURP ini tentu memiliki tujuan yang baik, apalagi kita punya program strategis yakni pengembangan Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Untuk itu sangat diharapkan proyek ini bisa berjalan dengan baik,” katanya. (HERMAWAN DP/B-7)









