PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hujan lebat dan meluapnya air sungai di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuat dua desa yang ada di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) yakni desa Rungun dan Kondang, kini Terisolir akibat akses jalan menuju kedua desa putus akibat terendam banjir.

Kepala Desa Rungun, Gusti Mawardi mengatakan banjir yang melanda diakibatkan luapan DAS Lamandau, adapun jumlah kepala keluarga di Desa Rungun ada 404 dan 1.500 jiwa. Dari jumlah rumah setidaknya ada 100 rumah yang tergenang banjir.

"Sampai saat ini masyarakat masih memilih tetap bertahan di rumah masing - masing," kata Gusti Mawardi, Rabu 8 September 2021.

Gusti menambahkan dampak banjir membuat jalan dalam desa telah terendam air setinggi 20 cm, dimana konstruksi jalan desa di bangun siring dengan ketinggian 1,20 meter, jika akses jalan yang ada di dalam desa telah tenggelam secara otomatis, kondisi rumah masyarakat akan lebih parah. 

"Sejak saya menjabat kepala desa, telah di bangun jalan yang ada didalam desa ini, dengan menggunakan dana desa, jalan yang kami bangun menggunakan siring dengan ketinggian 1,20 meter, saat ini jalan tersebut terendam banjir juga dengan kedalaman 20 cm," tambahnya.

--page

Terpisah, Kepala Desa Kondang, Hendro mengatakan hampir 3 minggu ini desa Kondang terendam banjir dan akses jalan ke Desa Kondang tidak bisa di lalui melalui darat, melainkan dengan kelotok. 

Saat ini ada 137 kepala keluarga (KK) atau 496 jiwa yang terdampak banjir, ada sebagian yang mengungsi ke rumah sanak saudara dan ada masih tetap bertahan. Bahkan sebabyak 12 rumah tenggelam, sementara rumah warga yang lainnya digenangi air dengan kedalaman rata - rata mencapai 50 cm.

"Banjir pun menggenangi fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa, masyarakat yang memilih tetap bertahan di rumah dan meraka membuat panggung di dalam rumah," ungkapnya. (DANANG/B-6)