KASONGAN –

BORNEONEWS,  Kasongan - Gara-gara ruas Jalan Trans Kalimantan di Kasongan - Kereng Pangi, Kabupaten Katingan sepanjang sekitar 15 kilometer terputus akibat diterjang banjir, jalur transportasi di Sungai Katingan padat sejak tiga hari ini. 

Pasalnya, tidak sedikit pemilik kelotok atau perahu kecil yang mengais rezeki dari putusnya jalan itu dengan mengojek kendaraan roda dua, orang dan barang dari Kasongan menuju Kereng Pangi mengarungi Sungai Katingan. 

Seperti Kamis,  9 September 2021, aktivitas transportasi sungai ramai di jalan menuju Taman Religi Kasongan yang terendam banjir. 

Jalan yang kebanjiran ini sudah tiga hari terakhir dijadihan dermaga atau pelabuhan angkutan sungai dari Kasongan ke Kereng Pangi. 

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo melalui Kasatpolair Iptu Bimasa Zebua mengimbau kepada pengemudi kelotok ojek agar memperhatikan kapasitas penumpang.

--page

"Kami dari Satpolair dan seluruh personel Polres Katingan selama musim banjir ini kami tetap melakukan situasi tanggap darurat sambil melakukan pengamanan di sekitar arus Sungai Katingan, " ujar Kasatpolair Polres Katingan Iptu Bimasa Zebua disela memantau trabsportasi kelotok angkutan di Kasongan. 

Dia menuturkan, Sungai Katingan di wilayah Kecamatan Katingan Hilir saat ini dijadikan salah satu transportasi aktivitas masyarakat, karena jalan transportasi darat putus. 

"Kami megimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan, dan kepada pemilik kelotok ajek tidak melakukan atau menaikkan penumpang yang melebihi muatan, " imbaunya. 

Dirinya juga mengimbau kepada motoris kelotok dan penumpang untuk mengenakan penampung selama mengarungi DAS Katingan. 

Kasatpolair juga mengimbau kepada pemilik kelotok ojek dan masyarakat pada umumnya agar tidak melakukan aktivitas di malam hari. 

Sebab, debit air dan arus sungai serta cahaya dinilai beresiko sehingga mengganggu pemandangan dan tindakan merugikan angkutan air. 

Dirinya juga mengimbau seluruh masyarakat agar peduli terhadap lingkungan di sekitar sungai supaya tidak ada oknum yang mengambil suatu kesempatan dalam penderitaan warga.

"Saya mengimbau kepada nasyarakat lebih berhati nurani dari pada mencari nafkah akibat musibah ini," tuturnya. (ABDUL GOFUR/B-7)