SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang terjadi di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini masih terjadi. Bahkan sudah melanda 7 desa.

Ketinggian banjir sendiri cukup bervariasi, mulai dari 1,5 meter hingga 2 meter. Namun juga ada desa yang ketinggian airnya mengikuti pasang surutnya sungai. 

"Yang paling parah di Desa Hanjalipan. Karena semua rumah warga terendam," ujar  Camat Kota Besi Ninuk Muji Rahayu, Kamis 09 September 2021. 

Ke 7 desa yang terendam banjir tersebut yakni Desa Hanjalipan, Palangan, Simpur, Soren, Rasau Tumbuh, Dusun Pemadoan, dan Desa Pamalian. Desa Hanjalipan sendiri merupakan yang terparah, karena 313 kepala keluarga yang terdampak. 

"Desa lainnya kalau lagi pasang naik hingga atas lantai rumah, namun kalau turun banjir hanya di depan rumah," terangnya.

--page

Sementara Desa Palangan sendiri ketinggian airnya mencapai 70 cm hingga 1 meter dan saat ini banjir masih terjadi hingga saat ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)