KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Handycraft atau kerajinan tangan karya Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas kini tengah menunggu pangsa pasar di tengah pandemi covid-19.

Pembuatan handycraft memang sudah sejak lama menjadi side job para warga binaan. Bahkan, beberapa produk hasil karya tangan mereka seperti tempat tisu, gantungan kunci, gelang tangan.

Juga ada miniatur kapal layar, dan kerajinan dari tempurung kelapa menjadi buah tangan yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke Rutan Kuala Kapuas tentunya setelah para pengunjung “menebus” dengan harga yang sangat ekonomis.

Kepala Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas, Toni Aji Priyanto mengatakan dengan masih diberlakukannya lockdown karena pandemi ini, berdampak langsung terhadap pemasaran karya-karya handycraft.

Namun hal itu menjadi pemacu semangat bagi Rutan Kuala Kapuas untuk mencarikan solusi-solusi, diantaranya dengan mencoba memasarkan melalui aplikasi e-commerse yang saat ini masih dalam tahap uji coba.

--page

“Kami memikirkan inovasi-inovasi untuk mengembangkan kreativitas warga binaan dan pemasaran hasilnya jadi meski dimasa pndemi tidak menjadi alasan untuk tidak bekerja, sebagaimana semboyan kita cangkal begawi," kata Toni Aji Priyanto, Kamis 9 September 2021.

Dia berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi WBP dan kemajuan Rutan Kelas IIB Kapuas dalam pembinaan kemandirian. Pembinaan narapidana bertujuan mempersiapkan napi untuk kembali ke masyarakat.

"Prinsipnya agar napi menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)