PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengakui pada musim panen ini ada berbagai kendala di lapangan.

Salah satunya kendala alam, seperti angin kencang maupun curah hujan yang tinggi belakangan. Kondisi ini menyebabkan batang padi patah ataupun rebah.

"Padi kita rebah. Kemarin sempat melanda (sekitar) 200 hektar. Kena angin puting beliung," sebut Sunarti, Kamis 9 September 2021.

Dia menjelaskan kejadian ini melanda kawasan Belanti Kabupaten Pulang Pisau, namun musibah tersebut tidak terlalu berpengaruh karena padi memang sudah bisa dipanen.

"Tapi sudah bisa dipanen dalam waktu itu, (dan) juga di cover dengan asuransi," sebutnya.

Ia mengakui memang susah untuk mengatasi kondisi alam, berbeda dengan penanggulangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Begitu juga dengan pola serta teknologi budi daya yang dilakukan.

--page

"Alam ini tidak bisa kita kendalikan, kalau angin hujan sudah (susah). Kalau teknologi budidaya dan hama penyakit itu bisa semua," tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)