BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran meminta kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten dan organisasi perangkat daerah agar tidak melakukan penumpukan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak banjir.
"Saya minta bantuan yang telah disalurkan ini untuk tidak ditumpuk di gudang. Begitu sampai di lokasi bantuan berupa kebutuhan pokok itu harus segera disalurkan kepada masyarakat," katanya, Kamis 9 September 2021.
Dia meminta pihak kepolisian, TNI, badan intelijen negara, dan kejaksaan untuk aktif dalam melaksanakan pengawasan terhadap sejumlah bantuan sosial yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di sejumlah kabupaten.
Selain itu dia juga meminta kepada seluruh organisasi, tokoh, dan elemen masyarakat lainnya untuk segera melaporkan jika ada menemukan oknum yang melakukan penyelewengan bantuan sosial untuk korban banjir.
"Kami harap bagi masyarakat agar dapat membantu penyaluran bantuan ini. Jika terjadi penyelewengan segera laporkan. Kami tidak akan segan-segan akan melakukan proses hukum melalui pihak berwajib, jika memang mendapati terjadinya penyelewengan bantuan," jelasnya.
--page
Hingga saat ini banjir terjadi di 11 kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Barat, Sukamara, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Barito Utara, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya.
"Untuk banjir terparah saat ini terjadi tiga Kabupaten yakni di Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan," tutupnya. (NOPRI/B-6)









