MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra mengharapkan, DPRD Barito Utara bersama pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis untuk mempercepat proses pembahasan rancangan perubahan KUA dan rancangan perubahan PPAS APBD tahun anggaran 2021 ini hingga tersusunnya rancangan perubahan APBD 2021.

“Sehingga persetujuan bersama antara kepala daerah dengan DPRD atas rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD 2021 dapat dicapai,” kata Sugianto Panala Putra membacakan pidato bupati, Kamis 9 September 2021.

Wabup menyampaikan secara terinci gambaran Rancangan Perubahan APBD 2021 yang terdapat dalam rancangan perubahan KUA dan PPAS APBD 2021 yaitu Pendapatan semula pada murni APBD 2021 dianggarkan Rp1.078.115.977.655,-.

Dan pada perubahan APBD 2021 pendapatan mengalami perubahan menjadi Rp1.083.953.835.655, Bertambah Rp.5.837.858.000.

Pendapatan pada perubahan APBD 2021 tersebut terdiri dari PAD tetap sebesar Rp 92.985.210.655, Pendapatan transfer Rp 985.130.767.000, Berubah menjadi sebesar Rp968.552.195.000, atau berkurang Rp16.578.572.000,-.

--page

Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula pada APBD murni tahun anggaran 2021 masih belum ada, pada perubahan APBD sebesar Rp22.416.430.000,-. Yang merupakan pendapatan hibah bos reguler tahun 2021.

Pada belanja daerah, semula pada murni APBD tahun anggaran 2021 dianggarkan sebesar Rp1.136.361.567.256,-. Pada perubahan APBD tahun anggaran 2021 menjadi sebesar Rp1.199.663.566.607,-. Bertambah sebesar Rp 63.301.999.351 atau bertambah 5,57 persen dari belanja daerah pada anggaran murni tahun 2021.

Perubahan belanja daerah tersebut terdapat pada komponen belanja operasi semula pada murni APBD tahun anggaran 2021 dianggarkan sebesar Rp 765.663.273.304,-.

Pada perubahan APBD tahun anggaran 2021 menjadi sebesar   Rp 830.234.429.854,- Bertambah sebesar Rp 64.571.156.550,- atau bertambah 8,43 persen.

Belanja modal pada murni APBD tahun anggaran 2021 dianggarkan sebesar Rp 207.896.711.346,-. Pada perubahan APBD tahun anggaran 2021 menjadi sebesar Rp 206.715.012.338,-. Berkurang sebesar Rp 1.181.699.008,- atau berkurang 0,57 persen.

--page

Belanja tidak terduga pada murni APBD tahun anggaran 2021 dianggarkan sebesar Rp9.306.088.911,-. Pada perubahan APBD tahun anggaran 2021 menjadi sebesar Rp 526.003.620,-. Berkurang sebesar Rp 8.780.085.291,- atau berkurang 94,35 persen.

Belanja transfer pada murni APBD tahun anggaran 2021 dianggarkan sebesar Rp 153.495.493.695,-. Pada perubahan APBD tahun anggaran 2021 menjadi sebesar Rp 162.188.120.795,-. Bertambah sebesar Rp8.692.627.100,- atau bertambah 5,66 persen.

Yang merupakan penambahan anggaran pada komponen alokasi dana desa (ADD) dan belanja bantuan keuangan.

Dengan memperhitungkan jumlah pendapatan daerah dan belanja daerah pada anggaran perubahan tahun 2021 maka diperoleh jumlah defisit anggaran.  

“Defisit anggaran pada APBD murni tahun 2021 sebesar Rp 58.245.589.601,-. Pada perubahan anggaran tahun 2021 menjadi sebesar Rp 115.709.730.952,-. Bertambah sebesar Rp 57.464.141.351,-,” katanya/

Dikatakan Wabup Sugianto pembiayaan pada perubahan anggaran tahun 2021 terjadi perubahan pada komponen penerimaan pembiayaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (tahun 2020) dengan menyesuaikan Silpa berdasarkan hasil audit BPK terhadap anggaran tahun 2020.

--page

Pada APBD murni tahun anggaran 2021 semula dianggarkan sebesar Rp 129.221.844.601,-. Sehingga pada perubahan anggaran tahun 2021 menjadi sebesar Rp 247.669.774.024,59. Silpa ini sebagian besar merupakan sisa anggaran earmarked yang sudah ditentukan tata cara penggunaannya sesuai ketentuan dari pemerintah pusat. Mengalami penambahan sebesar Rp 118.447.929.423,59. (RAMADHANI/B-6)