SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dengan harapan dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pihak Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), bersama Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) MHU, menggelar penggalangan dana. 

Hasilnya, terkumpul uang Rp 23.200.000, yang didapat dari masyarakat, perusahaan besar swasta (PBS), PGRI MHU Peduli, Koperasi Rongkang Mandiri dari Desa Natai Baru. 

"Alhamdulilah, dana yang kami kumpulkan dari para donatur mencapai Rp 23.200.000, dan 20 dus mie instan, 200 kg gula pasir, 2 dus teh celup, 100 Kg beras, 2 dus susu kental manis," ujar Plt Camat MHU Muslih, Kamis, 09 September 2021. 

Bantuan berupa uang yang mereka dapat, dibelikan untuk kebutuhan bahan pokok. Dengan jumlah total 300 paket. Dalam 1 paket terdiri dari 5 kg beras, 1 kg gula, 10 bungkus mie instan, 1 kotak teh, dan 1 kaleng susu.

Hal itu dilakukan, agar dapat diberikan kepada masyarakat terdampak, dan bisa langsung digunakan untuk keperluan makan dan minum mereka. 

--page

Penyerahan dilakukan kepada pihak Kecamatan Kota Besi. Karena saat ini, di daerah tersebut ada 7 desa yang dilanda banjir. Dengan ketinggian air yang mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. 

"Memang kami tidak terjun langsung menyerahkan kepada masyarakat, karena yang lebih tahu adalah pihak kecamatan yang terdampak," terang Muslih. 

Penyaluran bantuan tersebut dikawal oleh jajaran Polsek Sei Sampit dan Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan. Sebagai langkah memastikan agar bantuan tersebut benar-benar sampai kepada yang berhak. 

"Mudah-mudahan, bantuan yang kami kumpulkan dari masyarakat ini, bisa mengurangi beban dari saudara kita yang terdampak banjir," harap Muslih. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)