SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H Hairis Salamad mengingatkan seluruh masyarakat khususnya yang terendam banjir untuk memperhatikan arus listrik.

Ia juga meminta agar PT PLN memastikan keamanan warga di Kotim di tengah banjir karena sangat rawan terjadinya korsleting arus listrik.

"Saya minta PLN segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar mematikan arus listrik dan kabel-kabel yang terendam, karena itu sangat membahayakan masyarakat," kata Hairis, Jumat, 10 September 2021.

Selain itu, ia juga menegaskan agar pihak PLN bisa siaga di tempat terjadi banjir itu, apalagi di daerah trafo listrik yang masih menyala.

”Memang serba salah ini kondisinya, sudah banjir ditambah pasokan listrik tidak ada membuat kondisi warga semakin sulit, namun jika listrik dihidupkan justru lebih membahayakan lagi apalagi jika melihat kondisi-kondisi rumah warga yang terendam sampai 1,5 meter tersebut,” ucapnya

--page

Hairis mengatakan, masyarakat harus berhati-hati dengan kabel listrik supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan kabel listrik ataupun arus listrik menyentuh air sehingga sangat rentan membahayakan. 

Memang, lanjut dia, selama ini aman saja, namun alangkah baiknya waspada dan pihak PLN harus ektra melakukan minitor kabel-kabel listrik, kalau bisa dipasang lebih tinggi agar tidak mengenai air.

Menurutnya, banjir kali ini di Kotim cukup besar hingga menenggelamkan rumah warga sampai ke atap. Bahkan banjir kali ini lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (NACO/B-7)