BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Palangka Raya Sahdin Hasan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapati kasus stunting di kota setempat.
"Di Kota Palangka Raya nihil kasus stunting. Hingga saat ini kita masih belum ada menemukan kasus stunting terjadi. Justru kasus balita kurang gizi yang ada," katanya, Jumat 10 September 2021.
Sahdin menjelaskan sampai saat ini di Kota Palangka Raya terdapat 10 kelurahan yang ditetapkan sebagai sebagai sasaran utama untuk pencegahan stunting, yang terdiri diantaranya Kelurahan Langkai, Pahandut, Panarung hingga Pahandut Seberang.
Dia juga mengungkapkan, guna menanggulangi munculnya kasus stunting, pihaknya telah melakukan program pencegahan berupa meningkatkan layanan kependudukan, pendampingan, deteksi dini, sosialisasi dan edukasi pencegahan dan penanganan stunting terhadap masyarakat.
Pihaknya juga terus memaksimalkan peran kader dan sub kader keluarga berencana serta penyuluh untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyebab dan penanganan stunting serta peningkatan ketahanan keluarga.
--page
"Salah satunya kami memperkuat pendampingan pasangan mau menikah, pasangan usia subur dan ibu hamil dan pasangan yang memiliki bayi dibawah dua tahun," pungkasnya. (HENDRI/B-6)









