BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya rutin melalukan monitoring debit air pada beberapa kelurahan yang dianggap rawan terjadi banjir.
Kawasan tersebut di antaranya Kelurahan Petuk Ketimpun, Kelurahan Marang dan Kelurahan Bukit Tunggal. Berdasarkan hasil monitoring lapangan, di Jalan Petuk Ketimpun ada kenaikan debit air di sembilan lokasi, dengan kondisi kenaikan debit air 50 CentiMeter (CM) dari badan jalan utama.
Sedangkan di Jalan Marang Kelurahan Marang, mengalami kenaikan debit air setinggi 15 CM namun masih dalam kategori aman, hal serupa juga terjadi di Jalan Danau Rangas Kelurahan Bukit Tunggal.
"Kami mengambil tindakan memberi edukasi kepada masyarakat tentang adanya potensi bahaya banjir di daerahnya dan meminta waspada dalam beraktivitas," kata Kepala BPBD Palangka Raya, Emi Abriyani, Jumat 10 September 2021.
BPBD meminta masyarakat untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya selama banjir lebih ketat lagi dari sebelumnya agar tidak menyebabkan kejadian atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
--page
“Hasil laporan peninjauan lokasi banjir ini akan kami sampaikan kepada para pimpinan untuk dapat ditindak lanjuti dan menunggu arahan dari pimpinan apa yang harus kami lakukan dengan kondisi seperti ini,” pungkasnya. (HENDRI/B-6)









