BORNEONEWS, Muara Teweh - Sudah ketiga kalinya tongkang bermuatan batubara yang melintasi sungai Barito menabrak tiang jembatan Sikan - Tumpung Laung, Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara (Barut).
Kali ini tongkang bermuatan batubara menabrak tiang utama jembatan (PIR 3) hampir 70-80 persen mengalami kerusakan yang fatal.
Saniansyah salah satu pemandu darat yang biasanya memandu setiap tongkang yang ditarik tugboat melewati tiang jembatan membeberkan kejadian yang terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Dia mengatakan sudah hampir 2 tahun menjadi pemandu untuk kapal tongkang yang bermuatan batu bara di posko jembatan ini dan mengatakan kepada kapten kapal untuk membawa kapal ke arah kiri dan arus terlalu deras ke arah kanan.
“Bravo 7 bawa Tenggo Bravonya ke arah kiri, arus terlalu keras ke arah kanan,” katanya dengan menirukan menggunakan penghubung radio.
--page
Dia juga menjelaskan kepada kapten kapal agar membawa tongkang terus ke arah kiri, jangan sampai dekat ke arah kampung dengan di bantu assist belakang.
“Saya bilang sama assist sudah tersambung dengan posko jembatan ya katanya, pertahankan kiri-kiri,” ungkapnya.
Tongkang sudah sampai di tengah dan memberitahukan kepada kapten kapal untuk membawa tongkang ke arah kiri lagi.
“Ada bunyi radio yang lain masuk, tenang aja dia bilang, mainkan seperti biasa aja, santai aja, sehingga tali menjadi tidak kencang,” ujar Sani menirukan kata pandu yang bukan wilayah pandunya.
Dengan kata lain kapten kapal tidak mengindahkan pandu darat yang menjadi arah untuk melewati jalur yang sudah dijadikan jalan untuk kapal mulus melintas melewati jembatan tersebut.
--page
Pandu darat Sani mengatakan, sudah dekat dengan pelabuhan Polsek Montallat, tongkang sudah akan menabrak dan petugas di pelabuhan sudah akan naik ke darat.
“Saya bilang kepada kapten, ini janda sampian (Bahasa istilah) pasti menabrak pelabuhan serta rumah lanting kecamatan juga tiang jembatan, kasih keras sampian tarik lagi ke arah kiri,” ujarnya.
Di saat yang bersamaan katanya ada lagi panggilan radio masuk dan mainkan seperti biasa dan suara yang masuk di radio adalah suara dari pandu Aceng yang berada di wilayah pandu teluk siwak.
“Ceng tolong jangan bilang begitu, ini sudah mau nabrak (dalam bahasa dayak bakumpai),” tuturnya.
Dikatakannya sudah hampir 30 meter tongkang akan menabrak pelabuhan Polsek Montallat dengan sigap kapten menarik tongkang sehingga terhindar dari tabrakan rumah lanting dan pelabuhan tapi naasnya lagi tiang jembatan menjadi korban tabrakan tongkang dengan muatan ribuan ton batu bara.
“Assist sudah semaksimal mungkin membantu belakang supaya tidak mengenai rumah lanting Kecamatan Montallat,” jelasnya.
Dia menambahkan saat terjadinya tabrakan kondisi cuaca sangat baik, tidak hujan, tidak berkabut dan lagi lampu sorot serta lampu tanda bahaya dalam keadaan berfungsi semua. (RAMADHANI/B-6)









