MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara menggelar pertemuan penguatan gizi kepada masyarakat terkait Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Siswandoyo mengatakan pelayanan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan masyarakat dengan prioritas pada kelompok rawan diantaranya bayi dan balita, remaja putri, ibu hamil dan ibu menyusui pada situasi pandemi Covid-19 diharapkan dapat tetap berjalan dengan melakukan beberapa penyesuaian terkait dengan kebijakan pembatasan sosial yang diatur oleh pemerintah daerah setempat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Siswandoyo juga mengatakan masalah gizi akan terus berlangsung, selama faktor-faktor penyebabnya belum dapat diperbaiki.

Kebutuhan pelayanan kesehatan yang dimaksud termasuk upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di tingkat puskesmas dan pelayanan gizi adalah salah satu upaya kesehatan masyarakat esensial (UKM esensial) seperti yang tercantum dalam pasal 36 ayat  Permenkes 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.

“Saat ini pemerintah berupaya menurunkan angka kekurangan gizi, baik stunting maupun wasting. Sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2020-2024 dalam strategi nasional percepatan pencegahan stunting,” katanya, Jumat 10 September 2021.

--page

Pelayanan gizi dilakukan di dalam dan di luar gedung diantaranya meliputi pelayanan meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan target investasi kelompok 1000 HPK (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi 0-23 bulan) balita dan remaja.

Selain itu kegiatan pelayanan gizi yang dilakukan diantaranya adalah konseling dan suplementasi gizi ibu hamil, promosi dan konseling, pemantauan pertumbuhan  balita, penanganan balita gizi buruk, dan suplementasi TTD pada remaja putri (Rematri).

Kerawanan pangan dan gizi meningkatkan resiko terjadinya masalah gizi akut pada kelompok rentan, bahkan masalah gizi kronis (Stunting) pun mungkin akan meningkat jika penetapan tanggap darurat Covid-19 berlangsung dalam waktu yang cukup lama. (RAMADHANI/B-6)