PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sebanyak 30.396,8 kg atau 30,3 ton lebih beras Bulog akan segera disalurkan kepada 5.428 jiwa warga terdampak banjir di Kecamatan Kahayan Tengah dan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau. 

Penyaluran bantuan pangan berupa beras ini menyusul telah ditetapkannya status Kabupaten Pulang Pisau siaga darurat sejak tanggal 2 September 2021 atas bencana banjir yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau.

"Sekitar 30,3 ton beras akan kita salurkan bagi korban banjir di Kecamatan Kahayan Tengah dan Banama Tingang," ucap Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pulpis, Eknamensi Tawun melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Kabid Linjamsos), Leonard T Kasa, Jumat (10/09/2021).

Ia mengatakan, saat ini Dinsos Pulpis masih melengkapi administrasi berupa surat pengajuan pengambilan cadangan beras pemerintah (BCP) yang ada di Bulog Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)

“Pengambilan beras cadangan pemerintah atau BCP yang ada di Bulog itu harus melalui surat permintaan Bupati, jadi saat ini sedang dalam proses pengajuan, kalau administrasinya beres dalam 1-2 hari beras tersebut segera kami salurkan," kata Leo sapaan akrab Kabid Linjamsos, Dinsos Pulpis itu.

--page

Melalui WhatsApp, Leo menyampaikan berdasarkan data yang diterima warga terdampak banjir di Kahayan Tengah dan Banama Tingang mencapai 5.428 jiwa.

“Dengan jumlah warga sesuai data tersebut diperlukan 30 ton lebih beras," jelasnya.

Sementara itu kondisi terkini banjir di dua kecamatan tersebut masih bertahan bahkan cenderung meluas.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulpis Salahudin, ruas jalan yang digenangi banjir di Desa Penda Barania Kecamatan Kahayan Tengah kini meluas mencapai 1.64 km dengan kedalaman 41 cm.

"Hasil laporan dari Pos Lapangan  (Poslap) di Desa Penda Barania, air kembali meninggi, kedalaman sekitar 41 cm dengan panjang mencapai1.64 Km," ungkapnya.

--page

Salahudin mengakui saat ini warga membutuhkan bantuan pangan. Sebab dampak banjir telah berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Sebagian warga tidak dapat beraktifitas ke kebun seperti menyadap karet karena kebun karet mereka terendam banjir. 

"Dinas teknis telah melakukan asesmen berdasarkan usulan masing-masing kepala desa yang wilayahnya terdampak bencana banjir. Kami di BPBD siap membantu menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak banjir ini,” tutup Salahudin. (ang)