BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dampak banjir yang terjadi pada 2020 setidaknya telah membuat 11 jembatan di Kabupaten Kotawaringin Barat mengalami kerusakan.
Menindaklanjuti hal ini maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung turun meninjau lokasi dan akan segera melakukan perbaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar, Junni Gultom sangat bersyukur karena BNPB merespon laporan yang disampaikan oleh BPBD Kobar mengenai kerusakan infrastruktur jembatan akibat terjangan banjir 2020.
"Dampak banjir tahun lalu dibeberapa kecamatan telah merusak jembatan kayu ulin, dimana jembatan akses jalan yang menghubungkan antar desa, karena dengan rusaknya jembatan sangat menghambat aktivitas masyarakat," katanya, Jumat 10 September 2021.
Junni menambahkan beberapa waktu lalu Dinas PUPR Kobar mendampingi Tim BNPB selama 3 hari dalam kegiatan Verifikasi Rekonstruksi Jembatan Pasca Bencana yang ada di Kecamatan Arut Selatan, Kumai, Pangkalan Banteng dan Arut Utara.
--page
"Dalam kegiatan Verifikasi dilapangan, tim BNPB melihat kondiai existing, serta melakukan pengukuran jembatan, fungsi strategis jembatan, rencana design dan pertanyaan umum tentang dampak bencana," katanya.
Rabu di Kecamatan Arut Selatan tim melakukan verifikasi kondisi Jembatan Kayu Ulin Sungai Bedara yang kondisi rusak berat, Jembatan Primer I di Kumpai Batu Bawah kondisi rusak berat, Jembatan Penghubung Kumpai Batu Atas - Kumpai Batu Bawah (Jembatan Serong) kondisi rusak sedang, Jembatan Terantang 3 kondisi Rusak berat dan Jembatan Terantang 1 dengan kondisi rusak berat
Kemudian di Kecamatan Kumai jembatan yang di Tinjau, Jembatan Darmawi (yang ditolak dalam usulan sebagai bahan pertimbangan untuk disetujui), Jembatan Keraya dengan kondisi rusak berat dan Jembatan Sebuai kondisi rusak berat.
Di Kecamatan Pangkalan Banteng, tim meninjau jembatan kayu ulin Arga Mulya dengan kategori penilaian rusak berat, Jembatan kayu ulin Sido Mulyo 2 kondisinya rusak berat, serta Jembatan Sungai Hijau 1 yang Terbuat dari Plat Cor Siklop kondisi rusak berat. Selain itu di Kecamatan Arut, tim meninjau kondisi Jembatan Sungai Deraman Desa Riam dengan kondisi rusak berat. (DANANG/B-6)









