SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Harga ikan terutama jenis ikan tambak mengalami kenaikan di Sampit, Kotawaringin Timur. Hal ini terjadi lantaran sempat terputusnya jalan trans kalimantan dan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. 

Pantuan borneonews.co.id  di Pasar Sejumput, Jalan DI Panjaitan Sampit, beberapa jenis ikan mengalami kenaikan harga. Sebab, pasokan ikan kebanyakan dari luar daerah. Seperti nila dari Kasongan, bawal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

"Dengan adanya banjir banyak sekali pengaruhnya," kata Remiana, salah seorang pedagang, Minggu, 12 September 2021. 

Ia menambahkan sudah lima hari terakhir harga ikan segar naik. Rata-rata kenaikannya sebesar Rp10.000 per kilogram. 

"Semua ikan naik gara-gara banjir, rata-rata kenaikannya, Rp 10 ribu per kilogram," sebutnya. 

--page

Ikan nila yang biasanya dijual Rp 35 ribu per kilogram saat ini menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Bahkan menurutnya ikan nila sempat kosong beberapa hari karena tersendatnya pasokan. 

Hal tersebut pun berdampak terhadap omset pedagang ikan. Sebagian pedagang menyiasatinya dengan mengurangi jumlah pembelian. 

Meski demikian, kerugian tak dapat dihindari. Pedagang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dalam sehari karena banyak ikan yang membusuk dan tidak habis terjual. 

"Banyak pengaruhnya terhadap pembelian, dulu beli sekilo, sekarang yang beli paling satu ekor saja, karena harganya naik," tandasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-7)