SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memutuskan mengeluarkan cadangan beras untuk masyarakat yang terdampak musibah banjir dan terdampak Covid-19. 

Dari 100 ton cadangan beras yang dititipkan di Blog Sub Regional Sampit, 58 ton telah dikeluarkan. 

"Kami tarik beras dari Bulog 58 ton, untuk masyarakat terdampak banjir dan Covid-19," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Minggu, 12 September 2021. 

Halikinnor sudah memerintahkan dinas terkait untuk menyusun dan memetakan pembagian beras tersebut. Bahkan, Wakil Bupati Kotim Irawati juga sudah diminta memantau dan mendistribusikan beras itu. 

"Mudah-mudahan ini dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat terdampak banjir dan Covid-19," kata Halikinnor. 

--page

Pihaknya mengeluarkan cadangan beras tersebut, karena saat ini korban banjir sangat membutuhkan bantuan. "Beras memang sangat dibutuhkan korban terdampak karena untuk konsumsi mereka," terang Halikinnor. 

Sementara itu, banjir masih terjadi di sejumlah kecamatan di Kotim. Bahkan, di Kecamatan Kota Besi masih terus meninggi. Sedangkan di wilayah Utara Kotim sudah mulai mengalami penurunan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)