BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang ibu rumah tangga begitu gigih menjalankan usaha kuliner di masa pandemi Covid-19. Kegigihan itu ia lakukan untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Dia adalah Harti, warga asal Pati, Jawa Tengah yang sudah 13 tahun tinggal di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dia menekuni usaha Nasi Gandul Khas Pati di kawasan Taman Anggrek, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 5, kota setempat.
Seperti apa kegigihan ibu beruia 43 tahun itu, berikut tulisannya.
Harti terjun di dunia kuliner pascamengakhiri usaha warung sembako. Usaha yang dijalaninya itu sebenarnya berkembang. Bahkan membantu kebutuhan keluarga. Hanya saja, itu tidak berlangsung lama karena dia harus menjualnya demi membantu keluarga.
Ya, setahun lalu, saudara iparnya sakit. Harti yang ringan tangan ini pun tersentuh hatinya, apalagi sang ipar sudah berpisah dengan suami. Namun, kala itu dana tidak mencukupi. Atas koordinasi bersama sang suami, warungnya kemudian dijual. Sebagian hasilnya untuk biaya perawatan ipar.
Munculnya pandemi begitu terasa baginya. Ekonomi sangat terdampak. Berpikir mencari ide cemerlang untuk menjalankan usaha harus dilakukan. Kemajuan digital akhirnya dimanfaatkan.
--page
"Jadi setahun nggak jualan, cuma online saja. Kadang juga ada yang pesan," kata Harti kepada borneonews.co.id beberapa waktu lalu.
Seperti pepatah mengatakan, kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Itu pula mungkin yang dijalaninya. Sebab, di tengah kegigihannya menjalankan usaha secara online, ada seseorang menawarkan untuk berjualan menggunakan mobil yang sudah di-design ala usaha kuliner.
Bahkan, seseorang tersebut tidak mengharapkan upah atas hasil usahanya itu. Hanya meminta untuk dirawat saja. Peluang apik ini-pun diambil oleh Harti hingga kemudian berjualan di kawasan Taman Anggrek.
Dalam menjalankan usaha itu, dia memilih masakan khas Pati, Nasi Gandul. Kesehariannya, dia harus bangun lebih awal. Kemudian sekitar pukul 02.30 WIB, dia sudah mulai meracik makanan. Selain Nasi Gandul, juga ada jenis lainnya. Aktivitas ini terkadang juga dibantu sang suami jika tidak ada kesibukan bekerja.
Sekitar pukul 05.00 WIB, ia mulai berangkat ke lokasi tempat usahanya. Harga dalam satu piring Nasi Gandul yang dialas daun pisang cukup terjangkau. Yakni hanya Rp17 ribu. Usaha itu kadang ia jalani sampai pukul 09.00 WIB (sudah habis), kadang pula sampai pukul 10.00 WIB.
--page
Di tengah usahanya berjalan, tantangan berikutnya kembali datang seiring kasus konfirmasi Covid-19 kala itu meningkat. Aturan-aturan atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang diterapkan pemerintah harus dijalani.
Ia sempat berpindah tempat menjalankan usaha itu. Namun setelah kasus konfirmasi menurun, Harti kembali ke tempat semula. Meski demikian, Harti juga sempat khawatir atas usaha yang dijalaninya di masa pandemi Covid-19.
"Memang selama pandemi ini, saya khawatir juga (terpapar). Tapi bagaimana, karena perlu untuk makan. Mengandalkan bantuan juga tidak mungkin. Pernah dulu dapat bantuan Rp 300 ribu," paparnya.
Untuk mencegah penularan Covid-19, Harti yang dibantu anaknya, Andi, 23, tetap menerapkan protokol kesehatan. Masker selalu dipakai sebagaimana anjuran pemerintah, termasuk dalam menyiapkan tempat cuci tangan disertai dengan sabunnya.
"Kalau keuntungan ya lumayan buat mencukupi," demikian Harti menyampaikan tanpa menyebutkan nominal pastinya.
--page

Masakan Khas Gandul itu tidak hanya menjadi tujuan masyarakat mencari sarapan. Tapi juga pernah disambangi komunitas Gowes Cari Sarapan (Gocapan). Komunitas yang diprakarsai anggota DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo ini, selain untuk berolahraga dalam menjaga imun tubuh, juga berupaya mempromosikan usaha kuliner demi mendukung berkembangnya unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dalam sepekan, usaha kuliner yang menjadi tujuan tempat sarapan pascabersepeda selalu berbeda. "Rasanya enak," celetuk Dodi, salah satu anggota Gocapan setelah mencicipi masakan Khas Gandul.
Sementara itu, Sigit Widodo mengatakan, akan terus berusaha mendukung UMKM di kota setempat. Sigit juga berharap, usaha masyarakat itu bisa berkembang dan mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga. (BUDI YULIANTO/B-7)









