BORNEONEWS, Kasongan - Lembaga Terang Kristus atau Letkris Palangka Raya turut berpartisipasi membantu korban bencana banjir di wilayah Kabupaten Katingan.
Melalui donasi dari anggota serta donatur Letkris membagikan paket makanan siap saji, paket bahan pokok serta bahan pembersih pasca banjir di Kecamatan Tewang Sangalang Garing dan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan.
Dalam pendistribusian bantuan tersebut Letkris bekerjasama dengan Gereja Bethel Indonesia Jemaat Barigas Palangka Raya serta Cabang GBI Barigas di Kasongan dan Hapalam.
Pdt Riswanto, selaku gembala GBI Barigas di Kasongan, Senin, 13 September 2021 mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya dukungan serta donasi dari pihak Letkris Palangka Raya itu.
“Ini sangat membantu meringankan beban korban banjir di wilayah kita ini, dan bantuan itu sudah kita sebar di beberapa wilayah di kecamatan Tasik Payawan," ungkap Pdt Riswanto.
--page
Menurutnya, hal ini sebagai wujud kepedulian kepada korban atas bencana banjir yang terjadi terutama di wilayah Kabupaten Katingan.
Ia mengatakan bencana banjir yang melanda 12 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah termasuk Kabupaten Katingan mendapat atensi dan dukungan serta donasi dari berbagai pihak untuk membantu korban banjir.
Di kabupaten Katingan, kata dia curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan banjir yang terbilang sangat besar di wilayah itu.
Bahkan menurut penuturan beberapa sumbar mengatakan bahwa banjir kali ini adalah yang terparah sejak tahun 1960.
Pasalnya, ketinggian banjir antara 1-3 meter membuat banyak rumah warga masyarakat tenggelam.
--page
Lembaga Terang Kristus sendiri adalah sebuah lembaga keagamaan yang bergerak dalam bidang sosial, yang misinya adalah membantu gereja-gereja serta para Pendeta di daerah yang mengalami kesulitan bahkan musibah seperti banjir.
Pdt Dr Drs P L. Sinaga, M.Th selaku pendiri lembaga ini mengakui bahwa kehadiran Letkris mengemban misi sosial untuk menjadi mitra gereja-gereja di Kalimantan Tengah bahkan Indonesia pada umumnya dalam hal saling membantu menghadapi tantangan pelayanan di wilayahnya. (ABDUL GOFUR/B-5)









