BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan setidaknya telah ada 12 kelurahan di kota setempat yang terdampak banjir per tanggal 12 September pukul 16.00 WIB.
Kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Marang, Palangka (Jalan Mendawai, Pelatuk dan Jalan Anoi), Bukit Tunggal (Jalan Danau Rangas dan Jalan Mutiara).
Kelurahan Langkai (Kawasan Tugu Sukarno dan Flamboyan), Kelurahan Pahandut (Jalan Kalimantan dan Sulawesi) dan Kelurahan Petuk Katimpun.
Kemudian Kelurahan Pahandut Seberang, Tanjung Pinang, Tumbang Rungan, Danau Tundai, Kameloh Baru, dan Kelurahan Bereng Bengkel.
"Banjir di Palangka Raya ini dikarenakan kiriman limpahan air dari daerah hulu. Kawasan hulu Sungai Kahayan dan Sungai Rungan saat ini dilanda hujan dengan intensitas tinggi setiap harinya," katanya, Senin 13 September 2021.
--page
Sebagian besar wilayah yang terendam banjir, masih diantara ketinggian 30 sampai 50 cm diatas permukaan jalan. Sebagian juga mulai menggenang masuk ke rumah masyarakat.
Namun kawasan yang terendam cukup dalam yakni kawasan Jalan Anoi dan Jalan Mendawai Ujung Komplek Sosial, dengan kedalaman hingga 1 meter atau setinggi dada orang dewasa.
"Sementara ini, BPBD bersama Dinas Sosial sudah membuat tenda pengungsian darurat di kawasan Jalan Mendawai dan Arut, apabila air semakin meninggi maka diimbau segera dievakuasi ke tempat yang disediakan," ujarnya.
Selain itu, dapur umum juga sementara sudah disiapkan di Panti Sosial Jalan Poncowati. Hari ini kembali dibangun dapur umum di belakang posko pengungsian darurat BPBD yang ada di Jalan Arut. (HENDRI/B-5)









