PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ribuan kepala keluarga atau berjumlah 2.948 KK dari 12 kelurahan di Palangka Raya tercatat sebagai warga yang terdampak banjir.

"Data ini masih bersifat sementara, karena kami bersama Dinas Sosial, pihak Kecamatan dan Kelurahan masih terus melakukan pendataan," kata Kepala BPBD Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin, 13 September 2021.

Sejumlah tindakan penanganan banjir yang telah dilaksanakan antara lain melakukan pendataan jumlah warga terdampak, mendirikan posko kesehatan, pengungsian, dan posko relawan.

Selain itu, distribusi air bersih, pendirian dapur umum dan distribusi makan siap saji hingga penyediaan WC umum dan pemantauan 24 jam pada lokasi yang dinilai rawan.

Emi mengatakan, masih ada 12 kelurahan yang terdampak banjir musiman kali ini. Kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Pahandut, Tanjung Pinang, Langkai, Pahandut Seberang, Tumbang Rungan, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Kameloh Baru, Danau Tundai, Bereng Bengkel dan Kelurahan Marang.

--page

"Berdasarkan Peta Rawan Bencana Kota Palangka Raya, memang seluruh kawasan yang berada pada daerah aliran sungai (DAS) Kahayan, Rungan dan Sebangau adalah rawan banjir," ungkapnya.

Pihaknya mencatat ada 95 RT dan 30 RW yang saat ini telah terendam air dengan ketinggian mencapai 50 Cm.  Sedangkan kawasan dengan ketinggian air tertinggi terpantau ada di Jalan Anoi Kelurahan Palangka dengan ketinggian berkisar antara 90-100 cm dan Petuk Katimpun. (HENDRI/B-7)