SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini banjir masih merendam Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi. Bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. Namun ada satu kebutuhan mendesak yang luput dari perhatian para relawan, yakni perlengkapan bayi. 

“Banyak bantuan yang berdatangan tapi untuk saat kami sangat membutuhkan perlengkapan keperluan bayi dan obat-obatan,” ujar Sekretaris Desa Hanjalipan, Karyadi, Senin, 13 September 2021. 

Dia bersyukur saat ini bantuan terus berdatangan. Hal ini cukup membantu warga yang saat ini tidak bisa bekerja akibat tingginya banjir yang merendam desa mereka. 

"Warga Desa Hanjalipan sudah menerima bantuan dari pemerintah daerah, swasta, dan para relawan kebanyakan mereka menyalurkan sembako," imbuh Karyadi. 

Karyadi juga menjelaskan sudah dua pekan banjir menggenang desa tersebut. Diakuinya Desa  Hanjalipan sudah menjadi langganan banjir tiap tahun, namun baru ini yang sangat parah. 

--page

"Ini banjir yang terparah, warga kami hanya bisa beraktivitas menggunakan perahu atau sampan," katanya. 

Desa Hanjalipan , Kecamatan Kota Besi, diterjang banjir hebat karena berada di wilayah pertemuan dua sungai yakni Sungai Tualan dan Sungai Mentaya. Hal inilah yang mengakibatkan debit air lambat turun sehingga mengakibatkan banjir. (USAY NOR RAHMAD/B-6)