SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelaksana Tugas Camat Mentaya Hulu, Asyari memastikan, kondisi banjir di kecamatan tersebut sudah surut. Namun ada beberapa kendala yang dialami ketika menyalurkan bantuan ke sejumlah desa. 

"Memang masih ada yang terendam namun tidak parah, sudah jauh berkurang," kara Asyari, Selasa, 14 September 2021. 

Dia juga memastikan setiap warga desa yang terendam banjir sudah menerima bantuan dari pemerintah. Hanya saja kendala transportasi karena jalan yang dilalui berlumpur sehingga sulit dilalui. 

"Salah satunya jalan dari Kelurahan Kuala Kuayan menuju Desa Timbang Sapiri. Harus memutar sejauh 9 kilometer lewat Desa Pemantang," katanya. 

Dia meyakini dalam sepekan ini, banjir di wilayah tersebut akan benar-benar surut. Itu jika kondisi cuaca tak mengalami hujan deras kembali. 

--page

Adapun banjir di Mentaya Hulu terjadi di Kelurahan Kuala Kuayan dan 12 desa, di antaranya Baampah, Kawan Batu, Penda Duhian, Tanjung Bantur, Tanjung Jariangau, Tangka Robah, Tangar, Bawan, Pemantang, Tumbang Sapiri, Pahirangan, dan Sationg. 

Sedangkan jumlah warga yang terdampak ada 2.345 KK yang terdata di 12 desa dan satu kelurahan. Ketinggian air berkisar antara 30-90 sentimeter.  Bahkan, ada yang mencapai hampir 2 meter. Di Kecamatan Mentaya Hulu hanya ada tiga desa yang datarannya tinggi seperti di Desa Pantap, Kapuk dan Santilik, sehingga tak mengalami banjir. (USAY NOR RAHMAD/B-5)