SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perjuangan Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mendongkrak anggaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) patut diapresiasi. 

Dari anggaran yang disediakan  Rp 1 miliar kini meningkat menjadi Rp 5 miliar. Anggaran itu nantinya diperuntukan untuk penanganan kejadian yang sifatnya insidentil, seperti bencana banjir dan lainnya yang di luar prediksi.

"Alhamdulillah disetujui BTT (belanja tidak terduga). Bertambah Rp 4 miliar, sehingga menjadi Rp 5 miliar," kata anggota Komisi III, Dadang H Syamsu, Senin, 14 September 2021.

Tersedianya anggaran BTT itu sendiri diperjuangkan saat rapat kompilasi anggaran dipimpin Ketua DPRD Kotim, Rinie didampingi Wakil Ketua I, Rudianur. Sedangkan tim anggaran dari pemerintah kabupaten dipimpin Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Imam Subekti.

Dadang merupakan salah satu legislator yang mendesak anggaran belanja tidak terduga untuk ditambah karena sangat dibutuhkan. 

Selain untuk menangani musibah banjir, anggaran tersebut juga untuk memperkuat penanganan pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

Sebelumnya anggaran BTT hanya dialokasikan sebesar Rp1 miliar. Menurut legislator itu dengan nominal tersebut  sudah tidak mencukupi kebutuhan untuk penanganan bencana, khususnya musibah banjir yang masih melanda sejumlah kecamatan. 

--page

"Kita ini daerah rawan bencana maka sudah seharusnya harus mengalokasikan anggaran signifikan untuk BTT. Kalau cuma Rp 1 miliar, itu tidak cukup. Seperti yang terjadi saat ini, padahal pemerintah daerah wajib membantu masyarakat agar tidak sampai kelaparan dan menderita," pungkasnya. (NACO/B-11)