BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran naiknya permukaan air Sungai Arut, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat akibat tingginya curah hujan belakangan ini, selain pemukiman warga, air juga menggenangi Pasar Saik Indra Kencana yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari dekat sungai tersebut.
Menurut Fajar salah seorang pedagang kelontong di Pasar Saik, kondisi banjir sudah berlangsung sekitar 8 hari belakangan ini.
"Saat ini kedalaman air bervariasi, bahkan ada dibeberapa titik pasar genangan air mencapai 90 - 100 cm, karena kondisi ini terpaksa banyak pedagang yang menutup kiosnya," jelasnya.
Pasalnya karena akses jalan yang menuju dalam pasar juga tergenang air, sehingga pembeli tidak ada yang datang langsung ke pasar.
"Kalau pembeli tang sudah menjadi langganan, biasanya menghubungi pedagang mengggunakan telepon atau pesan WA. Akibat kondisi ini terus terang omzet penjualan menjadi turun, dari perhitungan yang saya lakukan omzet saya sendiri tutun sekitar 80 persen dari kondisi normal," ujarnya.
--page
Lantaran seringnya pasar ini tergenang air khususnya pada musim penghujan, ia berharap Pemkab Kobar melalui instansi terkait bisa mencari solusi agar pasar tetap bisa beroperasi.
"Karena dalam 2 tahun ini pasar ini selalu tergenang banjir. Tahun ini saja sekitar 4 kali kondisi banjir menggenangi kawasan pasar. Harapannya untuk jangka pendek, bisa dibuat titian agar pembeli bisa masuk dalam pasar dan ke depannya jalan pasar bisa dibangun lebih tinggi dari titik banjir yang ada saat ini," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)









