BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Pudjirustaty Narang menyerahkan langsung bantuan sembako kepada para korban dampak banjir di kecamatan Kahayan Tengah.
Penyerahan bantuan yang dilaksanakan di Kantor Desa Tanjung Sanggalang, belum lama ini dihadiri Kapolres Pulang Pisau, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau, Kepala RSUD, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPBD serta Plt Kepala Dinas Kesehatan.
"Hari ini kita telah menyalurkan bantuan berupa sembako bagi para masyarakat korban banjir di Kecamatan Kahayan Tengah," ucap Taty, sapaan akrab Bupati Pulpis itu.
Bantuan sembako itu akan didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak musibah banjir di Kecamatan Kahayan Tengah tepatnya di Desa Tanjung Sanggalang, Desa Penda Barania dan Desa Balukon.
Sedikitnya ada 168 paket sembako yang akan diserahkan yaitu 120 paket di desa tanjung sanggalang, 41 paket di desa penda barania dan 7 paket ke desa balukon.
--page
"Untuk Kecamatan Banama Tingang untuk pendistribusian bantuan tersebut akan disalurkan oleh pihak Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Pulang Pisau," katanya.
Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat korban yang terdampak banjir.
"Saya berharap dengan bantuan sembako tersebut dapat meringankan beban masyarakat korban yang terdampak banjir di Kecamatan ini," ungkapnya.
Sebelumnya dikabarkan sebanyak 30.396,8 kg atau 30,3 ton lebih beras Bulog telah diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulpis untuk disalurkan kepada 5.428 jiwa warga terdampak banjir di Kecamatan Kahayan Tengah dan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau.
Penyaluran bantuan pangan berupa beras ini menyusul telah ditetapkannya status Kabupaten Pulang Pisau siaga darurat sejak tanggal 2 September 2021 atas bencana banjir yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau.
--page
"Sekitar 30,3 ton Beras Cadangan Pemerintah yang ada di Bolog akan kita salurkan bagi korban banjir di Kecamatan Kahayan Tengah dan Banama Tingang," jelas Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pulpis, Eknamensi Tawun.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Pulpis Salahudin mengungkapkan debit air Kecamatan Banama Tingang mulai menurun.
Berdasarkan data warga Desa yang terdampak banjir yakni di Desa Hurung 20 kepala keluarga (KK) atau 60 jiwa, Desa Ramang 170 KK atau 600 jiwa, Desa Hanua RT. 01 21 KK atau 69 jiwa, RT. 02 33 KK atau 105 jiwa RT. 03 31 KK 107 jiwa. Sedangkan di Desa Tambak sebanyak 104 KK atau 364 jiwa.
"Intinya kita siap melakukan penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak banjir," pungkasnya. (ang)









