MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara menemukan fakta baru usai tiang fender (pengaman) dan tiang Jembatan Sikan-Tumpung Laung ditabrak sampai tiga kali oleh tongkang batubara.

Fakta apa itu ternyata komponen jembatan yang dibangun sejak 2020 ini 3 kali ditabrak pada tiga tempat berbeda.

 "Kami pastikan kajian sudah berjalan sebelum pembangunan jembatan. Semua standar teknis dan lainnya telah terpenuhi. Satu hal perlu diketahui publik, insiden tongkang menabrak tiang fender dan tiang jembatan terjadi tiga kali. Tiga kejadian itu di tiga lokasi berbeda," jelas Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M Iman Topik didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dedi,Rabu 15 September 2021.

Berdasarkan data dan catatan Dinas PUPR Barito Utara, tabrakan pertama terjadi pada Senin 20 Oktober 2021.

Tongkang Soekawati 36 ditarik Tugbot Herlina 88 menabrak pipa pier 4. Akibatnya 7 dari 26 tiang di pier 4 (empat) dalam posisi miring. Posisi tabrakan berada di seberang kampung Tumpung Luang.

--page

Kemudian tabrakan  kedua terjadi pada Rabu 20 Juni 2021 Tongkang Rimau 2503 dan Tugboat Ewis 16 menabrak tiang atau pipa pada fender pier 5 (lima), sehingga berakibat sembilan tiang roboh dan hilang. Lokasinya berada di tengah Sungai Barito.

Selanjutnya tabrakan ketiga terjadi Kamis 9 September 2021, tongkang Anand 5 ditarik Tugboat  Brahma menabrak tiang dan pipa di pier 3, sehingga delapan tiang hilang, 8 tiang miring, dan sisa enam tiang kokoh berdiri, namun dalam kondisi rusak. Lokasi tabrakan dekat kampung Tumpung Laung.

Menurut Topik, berdasarkan keterangan warga, pada tabrakan ketiga, tongkang nyaris menabrak lanting Polsek Montallat dan pelabuhan milik kecamatan, tetapi masih bisa dihalau tugboat. Tetapi di luar perkiraan, ternyata tongkang bermuatan sekitar 6 ribu MT batu bara justru berbalik menghantam tiang jembatan.

 "Kita sedang melakukan pendalaman perhitungan atas material-material pasca insiden tersebut. Kita menerima dan mendengarkan masukan dari semua pihak. Nanti bersama Dishub, kami paparkan secara lengkap di hadapan Pak Bupati,” katanya

 Keputusannya apakah pembangunan jembatan akan dilanjutkan di lokasi yang sama atau dipindahkan.

“Semuanya di tangan pimpinan. Pak Bupati juga tentu mendapat masukan dari pihak lain yang langsung disampaikan kepada beliau," katanya. (RAMADHANI/B-6)