BORNEONEWS, Sampit – Banjir di di Kecamatan Kota Besi, sudah mulai surut. Terutama di wilayah terparah terdampak banjir yakni Desa Hajalipan, kondisinya cukup melegakan.
Camat Kota Besi, Ninuk Muji Rahayu, mengaku cukup lega akan kondisi banjir terkini. Pasalnya, desa tersebut merupakan kawasan yang terdampak banjir paling parah di Kotim.
“Banjir di Desa Hanjalipan menurut informasi kepala desa setempat banjir sudah berkurang sampai 40 sentimeter, cukup signifikan,” ungkapnya, Kamis, 16 September 2021.
Dijelaskannya, sebelumnya banjir yang terjadi dj Desa Hanjalipan cukup dalam. Bahkan bisa menenggelamkan orang dewasa, yakni 1,5 meter sampai 2 meter dari permukaan tanah.
Kini banjir berangsur-angsur surut setelah bertahan cukup lama. Kedalaman banjir saat ini bervariasi, dari 50 sentimeter sampai 1,2 meter dari permukaan tanah. Masih cukup dalam, tapi mulai berkurang seiring dengan menurunnya intensitas hujan di wilayah tersebut.
--page
“Mudah-mudahan surutnya air ini terus berlanjut. Meskipun perlahan-lahan surutnya, karena memang tidak bisa langsung hilang banjir ini,” ujarnya.
Banjir kali ini dirasa paling parah terjadi. Waktunya pun tergolong lama yakni 3 pekan lebih.
Selain Desa Hanjalipan, sejumlah desa lain di kecamatan Kota Besi yang terdampak banjir juga mulai surut. seperti Desa Simpur, Soren, dan Rasau Tumbuh. Tapi untuk akses jalan menuju Desa Simpur masih banjir dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter sampai 60 sentimeter dari permukaan tanah.( USAY NOR RAHMAD/B-5)









