PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lurah Kalampangan, Yunita Martina menyampaikan ada sekitar 50 hektare kebun dan persawahan masyarakat yang terendam banjir.

Selain itu, ada sekitar 300 Kepala Keluarga (KK), terdiri atas tiga Rukun Warga (RW) dan sembilan Rukun Tetangga (RT) juga terdampak banjir.

Adapun ketinggian debit air di daerah kebun warga cukup bervariasi, mulai satu meter hingga dua meter. Sedangkan untuk ketinggian banjir di daerah permukiman warga mulai 70 sampai 90 centimeter.

"Berdasarkan survei ke rumah warga ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa," katanya, Jumat, 17 September 2021.

Sementara itu, sebagian daerah lain yang debit airnya sempat tinggi yakni di Jalan Mendawai, Anoi dan Pelatuk, Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya.

--page

Namun belakangan ini mengalami penurunan debit air yang cukup drastis hingga kurang dari 25 centimeter. Sebaliknya, berdasarkan laporan dari Kelurahan Kalampangan, debit air di daerah tersebut mengalami kenaikan, sehingga kondisi saat ini masih memprihatinkan.

“Bapak Wali Kota telah menetapkan siaga darurat kondisi banjir, dan kami pun tentunya siap menindak lanjuti hal tersebut,” pungkasnya. (HENDRI/B-7)