PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi melalui Diskominfosantik Kalteng menargetkan pada akhir 2022 provinsi ini akan merdeka sinyal.

Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswandi akan terus berusaha mengejar target tersebut guna menindak lanjuti arahan Presiden RI.

"Termasuk juga di wilayah Food Estate yang menjadi prioritas peningkatan sinyal dan jaringan internet," ucap Agus Jumat, 17 September 2021.

Dia menjelaskan hingga sampai saat ini diseluruh wilayah Kalteng kurang lebih masih yerdapat 400 titik blank spot atau tempat yang belum tersentuh sinyal komunikasi.

Kondisi blank spot ini sendiri terbagi dua yakni hanya terdapat sinyal untuk telepon dan pesan singkat serta tidak dapat mengakses internet sebanyak 225 titik dan sisanya lokasi yang sinyal internet belum berjaringan 4G.

--page

Wilayah yang paling banyak terdapat titik blank spot adalah Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Lamandau serta beberapa wilayah lainnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi geografis.

Khusus wilayah Kabupaten Seruyan penguatan sinyal dan jaringan internet dilakukan langsung oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang merupakan kepanjang tanganan Kominfo.

Kabupaten Seruyan sendiri, sebut dia masuk kategori daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) untuk wilayah Kalteng. Pada tahun 2021 ini, di kabupaten tersebut juga dibangun 28 menara Base Transceiver Station (BTS) dan akan melayani 96 persen masyarakat terkait jaringan internet. (DONNY D/B-6)