PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalangan akademisi mengingatkan masyarakat dan pemerintah untuk waspada terhadap penyakit yang sering timbul pascabanjir. Salah satunya seperti penyakit Leptospirosis.

Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Palangka Raya, dr. Syamsul Arifin menyampaikan Leptospirosis bisa terjadi karena masyarakat sering kontak dengan air banjir yang kotor.

“Beberapa gejala penyakit ini demam tinggi, sakit kepala, perdarahan, nyeri otot, menggigil, mata merah, dan muntah,” jelasnya.

Menurutnya masyarakat khususnya yang berada di pengungsian bisa dengan mudah terserang penyakit karena berbagai penyebab.

Penyebab sakit di lingkup pengungsian bisa terjadi karena lingkungan yang tidak steril, dan tidak bisa beristirahat dengan baik, mengakibatkan imunitas tubuh menurun.

--page

Dalam melakukan pengendalian terhadap penyakit tersebut, lanjut Syamsul, pemerintah bisa melakukan beberapa upaya baik jangka pendek maupun jangka panjang,” tegasnya. (HERMAWAN DP/B-6)