BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Luapan air Sungai Arut mengakibatkan banjir melanda kawasan permukiman warga di bantaran sungai. Sehingga, puluhan ternak sapi milik warga Kelurahan Raja Seberang dan Mendawai Seberang itu mencari rumput di daratan dan naik ke jalan raya.
Keberadaan belasan bahkan puluhan ternak sapi di tengah jalan Ahmad Shaleh ruas Pangkalan Bun, menuju Kotawaringin Lama tersebut dikeluhkan pengguna lalulintas baik pengguna roda dua maupun roda empat. Mereka khawatir karena sapi - sapi berkeliaran di jalan dan tidak dikandangkan oleh pemiliknya.
Cara peternak membiarkan sapinya berkeliaran dan tanpa dikandang, sebelumnya telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Melalui Dinas Peternakan dan kesehatan hewan juga sudah memberikan pembinaan terhadap pemilik sapi, namun imbauan tidak diindahkan.
Disampaikan oleh salah seorang warga Kota Pangkalan Bun, yang biasa dipanggil Ayah Guntur. Ia menceritakan saat dirinya akan menuju arah Kotawaringin Lama, tepatnya di Kelurahan Mendawai Seberang, perjalannnya bersama pengendara lain sempat terganggu dengan keberadaan sapi yang turun ke jalan tersebut.
"Pernah, pada saaat itu ada belasan sapi yang bertahan tepat di titik banjir, mereka diam lama tidak mau segera minggu dan kendaraan sampai antri. Kita memahami situasi ini, karena rumput terendam air, akhirnya sapi ini naik ke atas. Namun ini tentunya berbahaya, sebab masih banyak kendaraan yang melalui jalur antar Kabupaten ini," ujarnya, Minggu, 19 September 2021.
--page
Lanjutnya, sapi - sapi yang berada di tengah jalan tersebut baru mau menggir, ketika ada salah satu pengendara menggiring atau menakut - nakuti sapi tersebut, barulah sapi menepi di bahu jalan, namun tidak berapa lama sapi kembali lagi ke tempat semula dengan bergerombol.
Menurutnya, bila siang hari keberadaan sapi-sapi di tengah jalan tersebut masih bisa terlihat dari kejauhan, namun berbeda jika malam hari, sapi tidak terlihat dari jarak jauh, mengingat ruas jalan tersebut minim penerangan. Akibatnya; kecelakaan terjadi karena sapi muncul secara tiba-tiba.
"Kadang sapi ini awalnya ditepi jalan, namun entah bagaimana salah satunya bisa tiba-tiba berlari ke tengah dan mengejutkan pengendara baik roda dua maupun empat, dan karena jaraknya dekat terjadi kecelakaan," tambah Malik warga setempat.
Untuk itu, mereka berharap agar sapi-sapi tersebut dapat dikandangkan oleh pemiliknya, biasanya saat banjir kandang darurat sering dibikin oleh pemiliknya di tepi jalan raya. Hal ini, guna menghindari kecelakaan. (DANANG/B-5)









