SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo menyarankan agar ada petugas yang ditempatkan di jalur pengalihan Kenan Sandan.

Pemkab Kotim diminta segera menempatkan anggota baik dari Dinas Perhubungan ataupun Satuan Polisi Pamong Praja  di rute pengalihan lalulintas di Kenan Sandan itu.

“Kondisi jalan itu kacau macet dan jalan hancur karena kurangnya pengawasan untuk kendaraan yang melintas di jalan itu," kata Handoyo, Senin 20 September 2021.

Menurutnya truk bermuatan di atas 8 ton melintas di jalur itu, harusnya m ada petugas di situ yang ditempatkan, sehingga tidak  dibiarkan begitu saja.

Handoyo mengakuimengalami langsung parahnya lalu lintas di daerah tersebut. Bahkan dirinya terjebak melewati jalur padat itu.

--page

Menurut Handoyo, ada kendaraan yang kadang tidak memahami kondisi dan memaksakan diri untuk berpapasan dengan kondisi jalan yang rusak semakin parah.

“Harusnya kemarin itu Jalan Kenan Sandan ini hanya untuk mobil  biasa dan kendaraan yang tidak berbobot besar dan berat. Seandainya begini hasilnya lebih baik kemarin buka jalur Tjilik Riwut itu saja tetapi diatur lalulintasnya,” tukasnya.

Jalur Kenan Sandan ini menjadi jalan alternatif setelah jalan Tjilik Riwut ditutup pasca renovasi Gerbang SAHATI di Jalan Tjilik Riwut dilakukan, di mana gerbang itu dikerjakan hingga kini dan belum diketahui kapan jalan Tjilik Riwut digunakan lagi. (NACO/B-6)