SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menargetkan, seluruh wilayah kabupaten dan kota di provinsi setempat, akan mencapai kondisi merdeka sinyal pada November 2022 mendatang.

Gubenur Kalteng H Sugianto Sabran mengatakan, pihaknya terus mendorong agar peningkatan jaringan telekomunikasi di semua daerah dapat segera terwujud.

Bahkan pemerintah provinsi melalui dengan dinas dan instansi terkait lainnya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo demi tercapainya hal tersebut. 

"Berdasarkan data, titik blank spot atau tempat yang belum tersentuh oleh sinyal komunikasi di Kalteng terdapat 400 lebih titik. Ini akan terus kita dorong agar daerah-daerah tersebut dapat segera terjangkau oleh sinyal," katanya, Senin, 20 September 2021.

Dia menjelaskan, upaya merdeka sinyal seperti yang diinstruksikan pemerintah pusat terus diwujudkan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota yang belum memiliki akses jaringan, baik jaringan untuk telepon ataupun akses internet.

--page

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informastikan, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Siswadi menyebutkan, wilayah yang paling banyak terdapat titik blank spot yakni Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Lamandau.

"Tidak hanya di dua kabupaten ini, tapi daerah lain yang masih terdapat blank spot juga akan terus dilakukan peningkatan untuk mengejar target Kalimantan Tengah Merdeka Sinyal pada akhir 2022 nanti," ujarnya. (NOPRI/B-7)