BORNEONEWS, Palangka Raya - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Provinsi Kalteng, Ivo Sugianto Sabran mengharapkan seluruh anak-anak di provinsi ini bisa mendapatkan pelayanan PAUD holistik integratif.
Dia mengatakan, program pengembangan anak usia dini holistik integratif merupakan upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan yang komprehensif guna memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini.
"Kita semua harus terus mendorong sosialisasi PAUD holistik integratif di Provinsi Kalteng. Selain itu, program ini hadir sebagai wujud nyata negara dalam pemenuhan hak anak," kata Ivo Sugianto Sabran saat membuka Sosialisasi Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi dan Sosialisasi Penguatan PAUD Holistik Integratif Provinsi Kalteng secara virtual dari aula serbaguna Istana Isen Mulang, Senin, 20 September 2021.
Dia juga menjelaskan, pendidikan anak usia dini sangat memerlukan peranan yang penting dalam perkembangan pada masa depan. Bahkan, PAUD juga berperan penting dalam pembangunan suatu bangsa.
"Karena pemenuhan perkembangan dan pertumbuhan anak holistik integratif sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan dan kematangan sosial berikutnya," tutupnya.
PAUD holistik integratif merupakan upaya pengembangan anak mulai dari usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak.
Dia menambahkan, PAUD HI sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan dan kematangan sosial anak usia dini ditahap berikutnya.
--page
Layanan stimulasi holistik integratif mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak usia dini dengan melibatkan pihak terkait.
"Pemenuhan kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak secara holistik integratif tersebut sangat menentukan kualitas anak tersebut. Dalam hal kesehatan, kecerdasan, hingga dengan kematangan sosial mereka. Sehingga nanti merupakan awal pijakan bagi anak-anak untuk menempuh pendidikan selanjutnya," kata dia.
"Sehingga kondisi yang sekarang itu perlu didorong optimalisasi peran Bunda PAUD mulai dari kabupaten, kota, kecamatan, maupun desa agar betul-betul bisa bergerak semuanya," tutupnya. (NOPRI/B-11)









